PABRIK KAOS MURAH, PABRIK KAOS
Pabrik Kaos Murah adalah Pabrik Kaos untuk kaos murah juga produsen kaos murah yang memproduksi untuk kebutuhan supplier kaos murah

Berdasarkan bahan dasarnya bahan kaos di bagi menjadi 2 jenis yaitu :

1.Bahan kaos dari Alam

Untuk bahan kaos dari serat alam sendiri di bagi menjadi 2 golongan  yaitu:

a. bahan kaos dari serat / tumbuhan

    Salah satu contoh serat alam dari tumbuhan yang sering di pakai untuk bahan kaos adalah kapas / cotton / katun,bahan kaos yang berasal dari alam adalah bahan kaos yang memang sudah tersedia di alam merupakan karunia dari Allah SWT,antara lain kapas atau orang sering menyebut dengan bahan cotton / katun yang berasal dari serat kapas yang kemudian di pintal menjadi benang kapas dan di tenun atau di rajut menjadi kain kapas. Khusus untuk bahan kaos, proses yang dilakukan adalah dengan merajut benang kapas menjadi kain kapas yang secara garis besar di bagi menjadi 2 jenis bahan yaitu: bahan cotton combed dan cotton carded hal ini terjadi karena pada saat proses spining atau pemintalan benang kapas untuk pembuatan benang combed melalui proses combing atau pensejajaran serat kapas sehingga dihasilkan serat kapas yang sejajar dan halus, sedangkan untuk proses pembuatan benag kapas carded melalui proses carding yaitu proses pencampuran serat kapas dengan cara di garuk atau di cabik - cabik sehingga benang kapas yang di hasilkan agak sedikit kasar karena masih banyak terdapat neps dan naps dari benag kapas,untuk ukuran benang yang dihasilkan dan paling banyak di pakai untuk industri bahan kaos cotton / katun adalah benang kapas denga no benang 20s,24s,30s dan 40s, hal ini juga yang menyebabkan nama dagang bahan kaos cotton combed di pasaran sering dinamakan bahan kaos cotton combed 20s (katun combet 20S),cotton combed 24s (Katun combet 24S), cotton combed 30s (katun combet 30S) dan  cotton combed 40s (katun combet 40S).

b. bahan dari serat binatang

   Untuk jenis serat ini yang sering digunakan adalah bahan wol yang berasal dari bulu biri – biri atau domba atau bisa juga dari bulu binatang lain seperti Alpaka,Unta,Kasmir,Lama,Mohair,Kelinci dan Vikuna,tetapi yang sering di pakai dalam industri kaos adalah bahan wol dari bulu domba atau biri – biri yang sering dikenal dengan nama bahan wol,karena proses bahan baku dan pengerjaannya lebih mudah dibandingkan dengan serat dari bulu binantang yang lain,untuk di indonesia sendiri pemakian bahan kaos dari bulu domba atau benang wol masih sangat jarang dikarenakan harga yang mahal dan harus impor serta proses pemintalan atau pembuatan benang,perajutan dan finishing nya memerlukan perlakuan khusus serta dibutuhkan alat dan obat obatan yang khusus pula yang tidak banyak tersedia di indonesia.

2.Bahan kaos Sintesis / Buatan

Untuk bahan sintesis atau buatan bahan kaos dibagi menjadi  2 yaitu Organik dan Anorganik tetapi yang sering dipakai untuk bahan baku kaos adalah serat atau benang yang berasal dari bahan Organik yang secara garis besar di bagi menjadi 2 bagian yaitu :

a.Serat Organik Polimer Alam

    Serat organik dari polimer alam yang sering dipakai untuk industri kaos adalah serat polimer alam dari bahan selulosa atau ester selulosa seperti serat rayon baik rayon kupromonium atau rayon viskosa,karena bahan dasar dari serat ini adalah serat selulosa maka benang dan kain kaos yang dihasilkan juga memiliki sifat fisika dan kimia yang hampir sama dengan bahan kapas atau bahan catton yaitu dingin atau nyaman dipakainya karena moisture regain /MR yaitu persentasi kandungan air dalam keadaan kering, bahan rayon lebih besar bila dibandingkan dengan MR bahan catton oleh karena itu bahan rayon lebih banyak menyerap air atau keringat tetapi kekurangan dari bahan rayon ini adalah tahan kusut yang jelek sehingga penggunaanya lebih sering digunakan untuk bahan kaos pada industri kaos batik.

b.Serat Organik Buatan

    Serat organik buatan yang sering digunakan untuk bahan kaos adalah serat buatan yang berasal dari polimer kondensasi seperti serat atau benang polyester dan polyetilen (PE) yang mana sifat dari bahan ini adalah tidak menyerap air karena MR yang sangat rendah sehingga panas sewaku dipakai tetapi hal ini  bisa di akali dengan cara melakukan modifikasi anyaman  pada saat pembuatan perajutan bahan kaos sehingga didapatkan bahan kaos dengan anyaman berlubang untuk sirkulasi udara sehingga bahan ini bisa nyaman dipakai,hal ini banyak dilakukan pada bahan kaos untuk olahraga sperti bahan kaos untuk sepakbola atau orang lebih sering mengenal dengan nama bahan jersey.