Dan kemarin kaos Gagas tiba di rumah saya. Dan inilah kaos yang dimaksud:
Atas saran Mbak Med, saya mampir ke website
Politikana.com. Bacalah
artikel-artikel yang terkait dengan Gagas. Tujuannya jelas, agar saya lebih paham soal Gagas. Jangan hanya mau kaos gratisnya saja tapi tidak tahu dibalik Gagas ini apa. Siapa tahu saya jadi tertarik dengan Gagas?
Back in my high-school days, we set up our own scholarship program. I and my classmate named Joko invited other 22 students who were financially stable to join this group. Every month every member donated Rp. 10.000,-, making about Rp. 240.000,- per month, and the money was divided equally as a scholarship program for three smart yet poor students (2 boys, 1 girl), whose identities are known only to me and Joko.
Ide yang sederhana dan murah. Bisa dilakukan oleh siapa saja. Hanya dengan Rp 10.000 penulis artikel tersebut dan teman-temannya telah berkontribusi untuk menolong tiga siswa miskin untuk sekolah.
Saya jadi teringat waktu saya kuliah saya pernah ikut kegiatan serupa. Nama programnya PRADA. Kepanjangan dari PRADA apa juga saya lupa. Cukup menyumbang dengan nominal Rp 5.000, Rp 10.000, atau Rp 20.000 tiap bulan saya telah membantu anak dari pegawai di kampus untuk sekolah.
Baiklah, saya mulai paham sekarang ide dari Gagas. Intinya adalah Gagas ini sebuah
crowdfunding project. Kumpulin dana dari masyarakat kemudian alokasikan dana yang terkumpul untuk membiayai proyek-proyek yang lain. Untuk hal teknisnya, lengkapnya sila dibaca
di sini.
Penggemar: Kaya'nya ini mirip-mirip dengan Koin Prita dan sejenisnya itu ya?
Ng... Mirip sih memang. Tapi, seperti yang ditulis di artikel
"Crowdfunding":
Sejak kasus koin untuk prita, ada banyak orang yang berusaha meniru dan menggerakkan pengumpulan dana untuk suatucause. Tapi berapa banyak yang berhasil?
Saya rasa Gagas muncul agar dana yang terkumpul bisa diorganisir dengan baik, disalurkan dengan tepat dan baik, dan pastinya (harusnya) bisa dipertanggungjawabkan. Tidak hanya kita memberikan sumbangan kemudian kita tidak tahu uang sumbangan kita itu dikemanakan, dijadikan apa, dibelikan apa. Niatnya mau menolong TKW yang terancam hukuman mati, eh nggak tahunya duitnya dipakai untuk bangun rumah dan beli emas banyak. Does it ring a bell? :D
Saya setuju dengan ide dari Gagas ini. Niatnya baik, mulia deh pokoknya. Membiayai proposal proyek-proyek yang masuk, dikawal dari awal sampai akhir ketika pelaksanaannya, dan pastinya donatur akan mendapat laporan pertanggungjawabannya. Tidak hanya mengumpulkan sumbangan, lantas diberikan begitu saja kepada yang perlu tanpa ada laporannya. Kalau uang yang disumbangkan penggunaannya tepat sih tidak masalah. Lah, kalau ternyata digunakan untuk belanja konsumtif, piye? Atau disalahgunakan, bagaimana? Saya sih tidak bakal ikhlas kalau begitu. Pasti dalam hati saya akan terus ngedumel.
Saya tertarik untuk berkontribusi dalam gerakan Gagas ini. Sebagai langkah awal mereka para penggagas gerakan ini, mereka (saya tidak tahu siapa saja. Pokoknya saya percaya mereka bisa dipercaya)
menjual kaos Gagas untuk pembuatan web Gagas. Sayang, pemesanan kaos tahap I sudah berakhir sejak tanggal 10 Agustus 2011 yang lalu. Saya benar-benar ketinggalan berita. Tapi, tak apa. Saya akan sabar menunggu sampai pemesanan kaos tahap berikutnya dibuka lagi.
And here's the good news. Saya akan memberikan dua (catat: DUA!) kaos Gagas (seperti yang dipakai keponakan saya) untuk dua orang pembaca blog ini yang beruntung. Tapi, saya tidak akan memberikan kaos ini begitu saja. Ada syaratnya. ;)
Syaratnya sederhana. Mari kita berandai-andai. Andaikan saya donatur dan kalian inisiator (menggunakan istilah dari Gagas). Andaikan kalian membuat suatu project. Project apa yang akan kalian buat? Apa alasannya? Dimana kalian akan melakukan projectkalian? Apa manfaat yang bisa diambil oleh masyarakat dari project yang kalian buat? Dan, apa kelebihan dari project kalian sehingga bisa membuat saya mau membiayai project kalian?
Intinya, saya meminta kalian membuat proposal. Nggak perlu terlalu detil proposalnya. Garis besar saja. Yang penting proposal kalian setidaknya menjawab pertanyaan 5W+1H. Satu-dua halaman microsoft word cukup lah. Lebih sedikit tidak apa-apa, asal lebihnya jangan terlampau banyak. Kalau mau buat proposal dengan sangat detil, nanti saja kalau Gagas-nya sudah siap. Anggap saja ini sebagai brainstorming kalian mau buat project apa. Mana tahu nanti project kalian menarik minat para donatur Gagas? :D
Penggemar: Wah, menarik banget ini, Kim! Paling lambat kapan nih? Terus, proposalnya dikirim kemana?
Ehm... Paling lambat kapan ya? Antara dua minggu hingga satu bulan dari sekarang. Suka-suka saya sajalah kapan tenggat waktunya. :D *nyengir kuda* Kirim proposal kalian dalam bentuk .doc atau .rtf ke surel saya: insanayu[at]gmail[dot]com. Atau kalau mau kalian tulis langsung di blog kalian juga tidak apa-apa. Dengan catatan, jangan lupa nge-link ke saya (lumayan dapat trackback. #eh) ya! Kalau sudah, jangan lupa tinggalkan komentar di sini beserta url tulisan kalian. :)
Oya, keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat. Dewan jurinya siapa saja? Pastinya saya. Yang lain sih belum tahu. Ahahahahaha... :r
So, what are you waiting for? Saya tunggu proposal kalian dari sekarang. ;)